-Foker LSM Papua Mengucapkan "Selamat Hari Anak Sedunia, 23 Juli 2010"-
| Analisis Dinamika Sosial-Politik dan Ekonomi Di Wilayah Manokwari, Regio Kepala Burung Papua |
|
|
|
| Written by Perdu, Manokwari |
| Monday, 02 November 2009 06:18 |
|
I. Dinamika Wilayah
Dinamika Sosial-Politik
Pasca penetapan anggota terpilih DPRD provinsi Papua Barat dan Kabupaten (khususnya Manokwari), agenda yang sudah berlangsung periode analisis ini adalah pelantikan anggota DPRD terpilih. Anggota DPRD provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari telah dilantik, dan ini secara resmi mereka telah menyandang sebagai wakil rakyat. Saat ini anggota dewan sedang disibukkan dengan agenda untuk menyusun alat kelengkapan dewan seperti Ketua Dewan, Komisi dan ketua-ketuanya serta agenda yang sudah mendesak untuk dibahas adalah terkait dengan APBD 2010. Secara spesifik, dinamika lokal yang terjadi diwilayah Manokwari yang masih menghangat adalah mulai mencuatnya suara-suara sejumlah elit lokal yang ingin mencalonkan diri menjadi balon BUPATI Manokwari. Menjelang suksesi Manokwari-1, saat ini setidaknya 3 figur dengan latar belakang yang berbeda mulai mengeluarkan pernyataan-peryataan di media yang intinya siap maju dalam perebutan kursi Manokwari-1. Dalam kaitannya dengan kondisi ini, BUPATI Manokwari dalam satu kesempatan juga merespon dinamika yang berkembang yang intinya mengingatkan kepada pihak-pihak yang berminat untuk mencalonkan diri maju dalam pertarungan memperebutkan manokwari-1, agar mengikuti mekanisme yang berlaku. Ini untuk mencegah kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan kampanye terselubung/samar-samar lebih awal dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dinamika Investasi dan Ekonomi Rencana investasi baru sebagaimana telah diuraikan dalam analisis periode sebelumnya di wilayah kepala burung dan secara khusus di manokwari semakin nyata. Beberapa waktu yang lalu, pemerintah provinsi papua barat menggelar road show perjalanan darat dari manokwari – sorong, pp yang melibatkan lebih dari 130 kendaraan roda dua. Kegiatan ini merupakan ajang peresmian jalan trans-papua barat khusunya yang sudah menghubungkan Manokwari – Sorong. Pasca peresmian ini, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Bank Mandiri Pusat menggelar hajatan „Papua Invesment Day“ di Jakarta yang dihadiri dari kalangan pengusaha, pemerintah daerah dan perbankan. Dari pertemuan ini sudah jelas tergambar bahwa akan ada rencana besar-besaran diwilayah ini untuk penanaman modal melalui eksploitasi SDA. Sudah diprediksi sebelumnya, bahwa penerobosan isolasi daerah melalui mega-proyek jalan trans-papua barat, akan semakin mempercepat proses eksploitasi SDA terbukti. Infra-struktur seperti jalan yang dapat menghubungkan antar wilayah dan antar basis produksi-bahan baku ke titik distribusi merupakan syarat penting bagi investor untuk menanamkan modalnya. Selain perkebunan, sumberdaya tambang juga sedang menjadi incaran serius. Saat ini setidaknya telah dilakukan kegiatan eksplorasi disejumlah wilayah terkait dengan kemungkinan untuk menemukan cadangan bahan tambang.
Dinamika di Tingkat Komunitas Perkembangan yang terjadi ditingkat masyarakat dalam periode analisis ini yang menarik untuk disimak adalah munculnya usulan masyarakat dari kampung-kampung yang ada di Manokwari terkait dengan pelaksanaan program PNPM Mandiri dan RESPEK. Masyarakat mengusulkan agar komponen biaya untuk kedua program ini dipisah dan tidak di gabungkan. Selain itu, masyarakat mengusulkan agar alokasi dana otonomi khusus yang langsung ke kampung mulai tahun depan dinaikkan dari 100 juta/kampung menjadi 200 juta/kampung. Kemudian, dana otonomi khusus untuk periode tahun ini yang belum dikucurkan, masyarakat meminta agar segera dikucurkan. Kondisi ini menggambarkan kepada kita, bahwa ketergantungan masyarakat terhadap uang cash sangat tinggi. Ini merupakan efek dari kebijakan yang selama ini diterapkan pemerintah.
II. Dampak Dinamika Wilayah terhadap Agenda Perubahan
Agenda gerakan yang kita (FOKER-LSM) usung sebagai sebuah gerakan masyarakat sipil sudah barang tentu akan dipengaruhi oleh dinamika wilayah yang berkembang saat ini dan dimasa yang akan datang. Sebagai cntoh, kampanye “selamatkan manusia dan hutan papua”, yang saat ini masih kita dorong, bisa saja tidak efektif jika kita lemah dalam melakukan kampanye dan tidak inovatif dalam mencari pendekatan-pendekatan yang lenting.
Ketika hutan terus di babat dengan masuknya investasi dan sumber-sumber penghidupan serta hak masyarakat adat atas tanah dan kekayaan alam berpindah-tangan, maka dapat diprediksi “hutan dan masyarakat papua tak selamat “. Jika keadaanya demikian, maka upaya kampanye yang didorong tak berhasil.
Menghentikan investasi boleh jadi pilihan yang tidak strategis. Mengerem/memperlambat laju investasi boleh jadi pilihan yang agak strategis. Atau kita dihadapkan pada pilihan mencari bentuk investasi yang menguntungkan masyarakat dan menjamin kelestarian SDA ? Jika pilihannya demikian, maka kewajiban kita adalah mengupayakan untuk membuat konsep alternatif yang kemudian dinegosiasikan kepada pengambil kebijakan.
III. Beberapa Kemungkinan Yang Bisa Dilakukan Beberapa kemungkinan yang bisa kita dorong dalam agenda gerakan kita dengan mempertimbangkan dinamika yang demikian antara lain :
- Memperbanyak kajian actual sebagai bahan diskusi dengan para pengambil kebijakan dan masyarakat lokal - Memperbanyak ruang diskusi bersama, sebagai pintu masuk untuk membangun lobby, dan kepentingan lainnya - Memperbanyak agenda kampanye untuk penyadaran kritis, dengan penekanan pada hak komunitas untuk menerima atau menolak atas rencana pembangunan dan atau investasi diwilayah mereka dengan prinisp-prinsip FPIC
*Analisis ini untuk periode Septermber-Oktober 2009
|
| Last Updated on Monday, 02 November 2009 06:31 |