-Foker LSM Papua Mengucapkan "Selamat Hari Anak Sedunia, 23 Juli 2010"-
| Kami Pemilik, Bukan Korban! 21/08/2009 | adminfoker |
| Other Articles |
| Perayaan HUT 18 Foker LSM Papua |
|
|
|
| Written by adminfoker |
| Saturday, 12 September 2009 02:15 |
|
JUBI---Sekretaris Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Biro Jayapura Lucky Ireuw mengatakan hampir kebanyakan stake holder termasuk LSM di Papua memanfaatkan pers sebagai fungsi kontrol. “Pers dianggap sebagai mitra kerja yang strategis namun kadang kadang LSM juga memanfaatkan pers untuk melakukan fungsi kontrol,” ujar Ireuw Pemimpin Redaksi Harian Pagi Cenderawasih Pos dalam Seminar Peran dan Posisi OMS/LSM Dalam Pembangunan dan Perubahan Sosial di Tanah Papua Era UU Otsus Papua, di Jayapura (31/8). Ditegaskan peran ini sangat penting karena pihak pers melihat LSM memiliki keberanian dan memiliki nilai jual yang tinggi. “Pers juga lebih gampang menerima informasi dari LSM karena tidak menempuh jalur yang panjang. LSM juga menyampaikan aspirasi yang langsung dirasakan oleh masyarakat,”tegas Ireuw.Namun Ireuw juga mengingatkan terkadang ada pandangan kalau LSM juga dirasakan untuk melakukan profokasi dan juga sebagai oposisi. Sekretaris AJI Biro Kota Jayapura ini juga mengatakan pers melihat LSM sebagai mitra strategis, mampu mewakili aspirasi masyarakat. Dipihak lain Ireuw juga mengingatkan agar LSM juga harus membenahi diri agar lebih mandiri ke depan. ”Saya setuju perlu ada komitmen agar mau dibawa ke mana masa depan Papua dan selamat HUT ke XVII Foker LSM Papua agar lebih eksis,” ujar Lucky Ireuw. Sementara itu Fadel Al Hamid Wakil Ketua Dewan Adat Papua menambahkan sesama LSM di Papua harus saling bersinergis, melakukan evaluasi kerja sebab selama ini LSM jauh lebih maju dari pemerintah. Senada dengan Fadel Alhamid, Kepala Bidang Pembinaan Ormas Badan Kesatuan dan Kebangsaan (Kesbang) Provinsi Papua, Didi mengatakan perlu ada kerja sama yang sinergis karena LSM juga aset bangsa. Bagi Hendrikus A Ondi dari Litbang GKI Papua menegaskan perjalanan panjang LSM Papua khususnya Foker LSM Papua memiliki salah satu prestasi klimaks yang mengusulkan draft otoritas Papua yang kemudian dikenal dengan nama UU Otsus Papua.”Jadi ke depan Foker harus melihat pekerjaan apa saja yang belum dikerjakan,” tegas Ondi. Pemimpin Redaksi Harian Pagi Bintang Papua Alhamri Wahid mengatakan LSM masih ekslusif dan orientasi proyek masih kental serta mampu memandirikan LSM. ”Saya melihat LSM di Papua belum mandiri, isu isu juga belum sinergisnya dengan tujuannya,”ujar Walhamri. (JUBI/Dominggus A Mampioper)
|
| Last Updated on Friday, 05 February 2010 13:46 |